Jika kita berharap semua orang menyukai kita, itu sama saja bermimpi di siang bolong. tidak ada dalil yang mengatakan bahwa semua orang akan berpikir positif terhadap apa yang kita lakukan. jangankan berbuat salah, berbuat benar pun masih ada saja orang yang tidak mendukung, apalagi mengakui eksistensi kita.
Pada saatnya, anda akan menghadapi persoalan yang menyangkut nama baik kita. itu pertanda telah tiba waktunya bagi ujian kedewasaan khususnya ketabahan hati. Pergunjingan, desas-desus, atau fitnah mungkin bisa saja membawa hawa panas yang memerahkan wajah atau membangkitkan amarah kita.
Bila kita yakintelah berusaha sebaik mungkin, mengasah dan mengukir indah citra diri melalui bekerja dan bertindak baik, maka tiada sesuatu yang patut ditakutkan. sebaliknya ketakutan hanya untuk mereka yang bercela. jauhi sikap cengeng, karena hanya akan menyenangkan "musuh - musuh" nama baik kita. ettaplah tabah dan tegar.
Jadikan persoalan nama baik yang nampaknya menggoyahkan, justru menguatkan kita. caranya adalah dengan tulus melakukan yang terbaik sekaligus menyadari bahwa tidak semua orang bisa menyukai kita. itu memang bukan hal yang mudah, tapi ini adalah cara terbaik. daripada kita membiarkan energi terkuras untuk hal-hal yang justru melemahkan kita.
"Temukan pertolongan dari kedamaian hati. Disanalah terletak prinsip-prinsip yang tahan uji dalam menghadapi segala situasi, sehingga anda tidak akan pernah kehilangan martabat"
Sumber : Bread For Friend