Karyawan pada umumnya berperilaku sesuai apa yang dihargai dan dapat diterima atasannya. Sayangnya, penghargaan dan sanksi terhadap perilaku karyawan seringkali diberikan secara keliru pada perilaku yang justru kontra produktif sehingga perusahaan tidak mendapatkan hasil - hasil yang diinginkan.
Mungkin ini yang jadi alasan temen temen pada resign, Penghargaan dan sanksi yang ga tepat sasaran :
- Mengabaikan dan menyalahkan karyawan yang memiliki inisiatif, bahkaangn akibatnya mayoritas karyawan akan menghindari tanggung jawab dan malas berinisiatif.
- lebih menyukai dan mempromosikan karyawan yang patuh dengan mentalitas "asal bapak senang" dan menyingkirkan karyawan yang kritis dan mempertahankan aturan serta prinsip - prinsip yang benar. akibatnya mayoritas karyawan cenderung memilih melanggar peraturan apabila diminta oleh atasannya.
- membebani karyawan yang produktif dengan semakin banyak beban pekerjaan dibandingkan memberdayakan atau menegur karyawan yang berlambat - lambat bekerja dan sok sibuk. akibatnya mayoritas karyawan akanmemperlambat pekerjaan dan berusaha terlihat sibuk.
- lebih menghargai penyelesaian permasalahan dengan cepat yang berdampak sementara atau bahkan berpotensi menimbulkan masalah dikemudian hari dibandingkan solusi jangka panjang. akibatnya mayoritas karyawan akan memberikan solusi cepat dan tidak peduli dengan masalah yang akan timbul.
- lebih menyukai pekerjaan cepat diselesaikan dibandingkan kualitas pekerjaan, akibatnya mayoritas karyawan menyelesaikan pekerjaannya asal jadi.
- mempromosikan karyawan berdasarkan atribut kepribadian seperti kepandaian berbicara dan penampilan dibandingkan prestasi kerja. akibatnya mayoritas karyawan tidak terpacu untuk mencapai prestasi kerja.
Saya kira masih banyak temen temen yang juga berpikir mengikuti jejak untuk resign. Akankah saya juga akan mengikuti jejak mereka ?