Kamis, 08 Mei 2014

Kenapa Harus Resign ? sayang looh

Beberapa tahun ini banyak Karyawan di Perusahaan tempat aku kerja pada resign, dengan alasan ikut suami / Istri, ada yang pindah ke Perusahaan yang lebih baik bahkan ada yang buka usaha sendiri. Aku selalu berpikir, mengira ngira mencoba mempelajari dengan kondisi di perusahaan mencoba mencari alasan mereka yang sebenarnya. dan akhirnya saya dapat dari buku tentang SDM, mungkin alasan ini yang menyebabkan mereka keluar .

Karyawan pada umumnya berperilaku sesuai apa yang dihargai dan dapat diterima atasannya. Sayangnya, penghargaan dan sanksi terhadap perilaku karyawan seringkali diberikan secara keliru pada perilaku yang justru kontra  produktif sehingga perusahaan tidak mendapatkan hasil - hasil yang diinginkan.
Mungkin ini yang jadi alasan temen temen pada resign, Penghargaan dan sanksi yang ga tepat sasaran :
  1. Mengabaikan dan menyalahkan karyawan yang memiliki inisiatif, bahkaangn akibatnya mayoritas karyawan akan menghindari tanggung jawab dan malas berinisiatif.
  2. lebih menyukai dan mempromosikan karyawan yang patuh dengan mentalitas "asal bapak senang" dan menyingkirkan karyawan yang kritis dan mempertahankan aturan serta prinsip - prinsip yang benar. akibatnya mayoritas karyawan cenderung memilih melanggar peraturan apabila diminta oleh atasannya.
  3. membebani karyawan yang produktif dengan semakin banyak beban pekerjaan dibandingkan memberdayakan atau menegur karyawan yang berlambat - lambat bekerja dan sok sibuk. akibatnya mayoritas karyawan akanmemperlambat pekerjaan dan berusaha terlihat sibuk.
  4. lebih menghargai penyelesaian permasalahan dengan cepat yang berdampak sementara atau bahkan berpotensi menimbulkan masalah dikemudian hari dibandingkan solusi jangka panjang. akibatnya mayoritas karyawan akan memberikan solusi cepat dan tidak peduli dengan masalah yang akan timbul.
  5. lebih menyukai pekerjaan cepat diselesaikan dibandingkan kualitas pekerjaan, akibatnya mayoritas karyawan menyelesaikan pekerjaannya asal jadi.
  6. mempromosikan karyawan berdasarkan atribut kepribadian seperti kepandaian berbicara dan penampilan dibandingkan prestasi kerja. akibatnya mayoritas karyawan tidak terpacu untuk mencapai prestasi kerja.
Pada umumnya karyawan akan mengikuti perilaku y ang dihargai serta standar kinerja terendah yang dapat diterima oleh atasan, lingkungan kerja dan pelanggan. sisanya adalah karyawan terbaik yang memegang teguh nilai - nilai, integritas dan etos kerja mereka, yang segera keluar dari perusahaan begitu mendapatkan kesempatan yang lebih baik.

Saya kira masih banyak temen temen yang juga berpikir mengikuti jejak untuk resign. Akankah saya juga akan mengikuti jejak mereka ?





Rabu, 07 Mei 2014

Yang ini yang itu yang Mana dulu ?

Prioritas..?
Dalam banyak hal kita harus menerapkan prioritas, baik dalam pekerjaan kantor ataupun pekerjaan rumah bahkan dalam hal hal kecil. Bahkan
dalam manajemen kinerja pegawai di perusahaan tempat saya bekerja di tentukan prioritas 1 s/d 5 sesuai tingkat urgensi nya. 
Sebenernya tanpa kita sadari kita sdh menentukan prioritas dalam hal sehari hari seperti saat kita menentukan mana yang harus lebih dulu dilakukan mandi , makan, bersih bersih rumah, masak. Bersih bersih rumah pun kita menentukan prioritas lg, mana yg akan terlebih dahulu di kerjakan, mencuci kah? menyapukah? mengepel kah? Dan lain sebagainya.
tapi kadang kita mengerjakan sesuatu hanya menuruti kemauan kita dan mengabaikan prioritas tersebut, sehingga tujuan hidup kita ga tercapai.

#Belajar bisa dimana saja, tidak harus di sekolah, bahkan sebenernya belajar sesungguhnya adalah dalam kehidupan kita sehari hari, banyak hal yang bisa kita pelajari bahkan yang tidak diajarkan di bangku sekolah atau di buku buku. 


#Catatan Hati